SHARE
Marotta, Inter

CALCIOBUZZ.COM – “Semua di bawah pengawasan Marotta mulai dari pelatih, kapten, hingga pengisi bangku cadangan”. Ini adalah apa yang TuttoSport tulis menyusul kedatangan Giuseppe Marotta sebagai CEO Sport Nerazzurri.

“Ini adalah aturan mainnya, suka atau tidak suka tapi ketika Anda mengubah kepemilikan atau manajer puncak, hal seperti ini biasa terjadi. Ketika ada orang baru tiba di klub, sesuatunya selalu ada yang berubah. Contoh mudahnya adalah ketika pertama kali Erick Thohir tiba dan kemudian Suning.”

“Ketika Moratti memberi jalan pada taipan Indonesia pada bulan November 2013, orang yang pertama hengkang pasca beberapa bulan adalah Marco Branca, kemudian memasukkan Bolingbroke sebagai CEO dan pada Oktober musim 2014/15 Mazzarri dipecat dari tuduhan bahwa Thohir tidak ingin dirinya sewaktu di musim 2013/14.”

Pada musim panas 2016 ketika pergantian Thohir-Suning terjadi, Moratti pergi dan hubungan dengan Mancini berakhir. Lalu, Frank de Boer datang, sosok yang disarankan Thohir. Tapi saat Suning memegang komando, pelatih Belanda dipecat, kemudian memilih Pioli sebagai pengganti, serta beberapa nama di bagan organisasi berubah seperti Bolingbroke.”

Mengevaluasi Spalletti“Lusa kemarin, Marotta melakukan debutnya di Pinetina, pergi ke pusat latihan untuk makan malam bersama pemain, Steven Zhang dan Alessandro Antonello (serta mereka yang sudah hadir seperti Ausilio, Gardini dan Baccin). Dia ingin mengenal setiap pemain secara dekat, sekaligus mengobrol dengan Spalletti yang tadinya dilakukan melalui telepon beberapa hari ke belakang.”

“Pada hari Kamis, Marotta menyatakan kepercayaannya pada ex-pelatih Roma. Tentu itu sebagai pesan yang jelas, namun sampai batas tertentu sebab ia memiliki masa kontrak hingga 2021 untuk menjalankan semua target tim. Benar bahwa Marotta mendukung penuh Spalletti untuk menukangi klub, toh masih di empat besar, zonanya Liga Champions. Lalu terkait presitasi, ia akan membuat evaluasinya.”

Mengevaluasi pemain“Pemain yang masih bergumul dengan pembaruan kontrak ialah Icardi dan Skriniar, dua pemain terbaik di skuat Inter bersama Brozovic yang sudah diperpanjang, tetapi pada saat yang sama keduanya memiliki banyak peminat dan itu memungkinkan bagi Marotta untuk melakukan kembali transaksi ala Proba atau melakukan penjualan yang sangat menguntungkan yang memungkinkan untuk menghasilkan capital gain masif guna memiliki uang untuk diinvestasikan kembali pada nama lain.”

“Pembicaraan ini tidak berhenti pada mereka berdua saja, tetapi juga pemain lain seperti menimbang Keita yang memiliki harga penebusan sebesar 34 juta, lalu ada Perisic yang tergoda dengan Liga Premier. Tanpa melupakan Gabigol yang kembali dari Santos yang diperkirakan dihargai 20 juta, jadi akankah pemain Brazil itu bakal menjadi penjualan pertama Marotta atau malah bukan?”

Sumber : TuttoSport

Ada yang perlu dikomentari?